Modernisasi Pertanian Bawang Putih: Survei Potensi Air untuk Dukung Perbenihan di Temanggung
Temanggung, Jawa Tengah – Dalam upaya mendukung pengembangan perbenihan bawang putih berbasis pertanian modern, tim BRMP Agroklimat melaksanakan survei potensi sumber daya air pada lahan demplot perbenihan bawang putih milik BRMP Tanaman Sayuran di Kabupaten Temanggung. Kegiatan ini bertujuan untuk mengidentifikasi ketersediaan sumber air yang dapat dimanfaatkan sebagai penunjang sistem pengairan di lokasi demplot.
Survei dilakukan melalui peninjauan lapangan, pengukuran hidrotopografi, serta investigasi potensi air tanah menggunakan metode geolistrik. Kegiatan tersebut dirancang untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kondisi sumber daya air di sekitar lokasi budidaya, sekaligus menjadi dasar dalam penyusunan desain sistem irigasi yang efektif dan berkelanjutan.
Hasil pengamatan menunjukkan bahwa secara umum kawasan lahan pertanaman berada pada wilayah dengan kemampuan resapan air yang terbatas. Survei dilakukan pada dua lokasi sumber air permukaan yang berpotensi dimanfaatkan. Pada lokasi di Desa Delapan Sari ditemukan sumber air yang muncul dari celah-celah batuan dengan debit sekitar 0,2 liter per detik. Namun, debit tersebut dinilai relatif kecil dan hanya mencukupi ketika curah hujan masih tersedia.
Sementara itu, lokasi di Desa Kwadungan memiliki sumber air yang cukup untuk kebutuhan air baku. Akan tetapi, posisi sumber air berada di dasar lembah dan terhalang oleh kondisi topografi berupa perbukitan, sehingga distribusi air menuju lahan pertanaman memerlukan perencanaan teknis yang lebih matang.
Selain survei air permukaan, tim juga melakukan pengukuran geolistrik pada enam titik untuk mengidentifikasi keberadaan akuifer atau potensi air tanah. Berdasarkan hasil interpretasi data, tidak ditemukan indikasi kuat adanya akuifer produktif yang dapat menjadi sumber air tanah andalan. Temuan ini menunjukkan bahwa potensi debit air tanah di kawasan tersebut tergolong rendah.
Berdasarkan hasil survei, pemanfaatan air permukaan masih menjadi alternatif yang lebih memungkinkan dibandingkan eksplorasi air tanah. Namun demikian, keterbatasan debit serta kondisi topografi yang menantang memerlukan pendekatan rekayasa pengairan yang tepat, termasuk kemungkinan penerapan sistem distribusi berbasis gravitasi dan teknologi irigasi hemat air.
Melalui kegiatan ini, BRMP Agroklimat berkomitmen menyediakan data dan informasi sumber daya air yang akurat sebagai dasar pengambilan keputusan dalam pengembangan pertanian modern. Hasil survei diharapkan dapat mendukung keberlanjutan demplot perbenihan bawang putih di Temanggung sekaligus menjadi acuan dalam perencanaan pengelolaan air yang lebih efisien dan adaptif terhadap kondisi lingkungan setempat.